Berenang di Manhattan

Bukan, bukan Manhattan yang di New York, di negeri Abang Sam. Maksud saya adalah Hotel Manhattan di Jakarta. Sejak pekan lalu, saya rutin berenang di sana.

Awalnya adalah kehamilan yang membuat saya perlu berolahraga. Senam hamil sempat ikut sekali di RSB Duren Tiga, lalu dipraktekkan sesekali dan seingatnya di rumah. Sepertinya kok kurang ya?

Lantas saya memutuskan untuk rajin berenang, olahraga yang konon paling baik bagi ibu hamil. Selain itu, sebetulnya cuma berenang olahraga yang saya suka — semua otot bergerak, tapi nggak pakai berkeringat. Semacam telat sih, sudah hamil delapan bulan kok baru mau mulai hahaha. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak, kan 😀

Jadilah saya berselancar di internet, mencari kolam renang yang relatif dekat dari kantor atau rumah dan terjangkau. Paling dekat dari kantor adalah Hotel Aryaduta, yang kolam renangnya dibuka untuk umum. Tapi sekali datang, ongkosnya Rp 150 ribu. Oh tidak! Bisa langsung kurus rekening saya, nggak bisa sering makan enak ngirit dong.

Berikutnya ada kolam renang Cikini, terjangkau harganya dan cuma sebentar naik Kopaja P20 atau 502. Tapi berhubung dikelilingi oleh gerai makanan di Hotel Ibis Budget, rasanya berenang di situ seperti ditonton. Tempat mandi dan gantinya juga ramai-ramai digabung sehingga agak risi, susah mandi bersih kecuali nekat telanjang.

Beranjak ke selatan sedikit, ada kolam renang juga di Pasar Festival. Tapi (eh kok dari tadi tapi-tapi melulu), baca ulasan di dunia maya kok sepertinya kurang oke ya.

Lalu saya menemukan Hotel Manhattan disebut-sebut. Letaknya pas di antara rumah dan kantor. Kolam renangnya katanya sih kecil, tapi pemandangannya seru karena di lantai 8. Jadilah saya menelepon hotel itu untuk cari informasi lebih mutakhir. Ternyata harus jadi anggota agar bisa pakai kolam renangnya. Biayanya, Rp 350 ribu per bulan. Kalau seminggu berenang tiga kali, jatuhnya lumayan murah juga sih, kurang dari Rp 30 ribu sekali datang. Untuk yang mau nge-gym, tambah sedikit ongkosnya, Rp 450 ribu per bulan, tapi saya tidak melihat-lihat gym sama sekali karena nggak akan memakainya.

Maka pada hari Sabtu pagi saya datang ke Hotel Manhattan untuk mencoba peruntungan. Kolamnya memang mungil, lebarnya sekitar 4 meter, panjangnya 20 kayuhan tangan saat berenang gaya dada (maafkan kemampuan spasial saya yang kurang, nggak bisa memperkirakan jarak yang panjang). Kapasitas optimal sepertinya enam orang saja, tiga berenang dari ujung yang satu, tiga lagi dari ujung yang lain.

Airnya tidak sejernih yang saya inginkan, tapi pemandangannya memang unik: jalan raya dan gedung pencakar langit. Kalau pas jam macet, ya kemacetan itu yang jadi tontonan, hahaha.

Selain pagi hari di akhir pekan, saya juga sudah berenang di kolam itu pada pagi dan malam saat hari kerja. Pagi jam 7 lumayan banyak juga yang berenang, sepertinya pekerja kantor yang mengejar olahraga sebelum masuk kerja pukul 8. Pukul 8 pagi kolam relatif sepi, gantian jalannya yang macet. Sedangkan waktu malam hari, sekitar pukul 8 kolamnya lebih sepi tapi terasa lebih keruh (bisa jadi karena kombinasi polusi dan air pipis perenangnya hahaha). Jarak pandang makin terbatas karena lampu di kolam renang tidak merata — separuh cukup terang, separuh lagi gelap; plus mata saya bolor -_- Karena badan sudah relatif lebih capek, maka berenangnya juga cuma bisa dapat 10 balikan, sedangkan ketika berenang pagi saya masih kuat 15 balikan.

Kesimpulannya, lebih enak berenang di pagi hari kerja.

Oya, saya suka dengan fasilitas yang disediakan Hotel Manhattan. Bersih dan komplit. Ada handuk, loker, bilik pancuran (shower) terpisah, toilet, wastafel, dan pengering rambut. Ada juga dua kamar sauna, satu berlapis tegel, satunya dengan interior kayu. Pertama kali ke sana, saya coba masuk ke sauna kayu karena sudah bertahun-tahun nggak bersauna ria. Cuma sebentar saja kok karena saya tahu sauna kurang baik untuk perempuan hamil, karena bisa membuat suhu tubuh terlalu panas, dehidrasi, bahkan pingsan.

Sekadar catatan, ini bukan postingan berbayar. Ingin berbagi saja, siapa tahu ada yang butuh rekomendasi.

Komentar via Facebook | Facebook comments

9 Comments

  1. kalo misalnya saya jadi member, dan membawa teman boleh ga ya teman saya pakai member saya di jam yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *