Di Den Haag, saya kebagian asrama pas di belakang gedung ISS. Nggak sampai dua menit jalan kaki, sudah sampai kampus.

Dari empat tingkat bangunan asrama, saya tinggal di lantai kedua (artinya, lantai ketiga dari bawah). Ada tujuh kamar di sini, tapi cuma ada empat orang selain saya yang sehari-hari kelihatan di lantai dua. Dua kamar lagi entah statusnya — apakah dihuni tapi orangnya sedang di luar Den Haag untuk mengerjakan tesis, atau memang nggak ada penghuninya sama sekali.

Lima orang yang ngendon di lantai dua ini kebetulan semuanya perempuan. Ada Jacqueline dari Uganda, Mihika dari India, Zohanny dari Kolumbia, dan satu lagi Martina yang juga dari Indonesia.

Jacqueline, Zohanny, saya, Mihika, Tina.

Seru juga sih karena bisa lebih santai di asrama, terutama dalam hal berpakaian. Meski ada kawan yang saking nyamannya dengan lantai-berpenghuni-perempuan ini kalau pagi-pagi setelah mandi doyan ke dapur cuma pakai handuk. Hahaha.

Sejauh ini sih dalam lima hari masih akur-akur saja, nggak ada konflik. Moga-moga tetap begitu, deh.