Ide Untuk Para Pemberi

Ini daftarnya kalau mau kasih kado. Bukannya minta-minta, tapi memudahkan jalan bagi yang berniat memberi, hihihi. Kata Yoga, postingan saya yang kemarin seperti kolom iklan untuk segala macam produk dan merek. Kata saya, tak masalah, saya memang tidak dibayar untuk semacam mempromosikan produk dan merek barang-barang itu, siapa tahu membantu orang lain yang sedang mencari barang untuk anaknya sendiri, atau untuk kado bagi orang lain. *uhuk* *kode* Kalau nggak ada yang beliin juga, sepertinya sih kami harus beli sendiri. *langsung hitung anggaran dan kondisi finansial yang kurang likuid*

Pompa ASI sudah dapat sumbangan dari “hamba Allah” 🙂
Ini peralatan tempur paling penting untuk ibu menyusui, baik yang ibu rumah tangga, pekerja lepas, maupun pekerja kantoran. Prioritas memang belajar memerah payudara dengan tangan alias metode Marmet, yang tidak butuh alat apapun selain dua tangan yang bersih dan wadah penampung (sepertinya cocok untuk perempuan agak pemalas dan ceroboh seperti saya). Tapi alat bantu pompa ASI sepertinya perlu dimiliki, terutama untuk memerah saat kembali ke kantor, yang manual dulu kemudian kalau dirasa perlu, barulah yang elektrik alias pakai listrik. Setelah jalan-jalan ke blog ini, itu, sana, juga baca ulasan di sini, maka pilihan jatuh pada Medela Harmony dan Avent Manual Comfort yang kabarnya handal dan nyaman.

Botol Kaca ASIP
Sebetulnya saya sudah punya beberapa botol kaca ASIP — empat merek RBS dari lapak daring, dan selusin BKA tutup karet dari Nila nan baik hati. Tapi selama tiga bulan cuti, saya bertekad menabung sebanyak mungkin, jadi siap sedia menerima botol kaca tambahan.

Cooler bag & ice gel/cube sudah dapat dari Vennie
Ini sepasang kekasih piranti ibu menyusui, terutama yang kerja kantoran. Kegiatan memerah penting sekali bukan cuma demi stok ASI cukup buat anak, tapi juga untuk mencegah radang payudara a.k.a. mastitis akibat ASI terlalu penuh. Jadi ya memang harus rajin memerah, lalu ASI disimpan dalam botol yang ditaruh di freezer kulkas kantor, kemudian dibawa pulang dalam cooler bag yang dilengkapi ice gel/cube. Ini merek dan jenisnya macam-macam, tapi sepertinya perbedaan besar hanya soal kecantikan kemasan, kapasitas, dan harganya. Jadi dikasih yang mana saja saya terima, tapi lebih baik yang buatan Indonesia 🙂

Pensteril (sterilizer) disumbang keluarga Tagoni O4
Cara paling murah adalah merebus perkakas persusuan dalam panci. Tapi mengingat kekurangtelatenan saya, pensteril listrik sepertinya lebih fungsional, terutama yang sekalian bisa mengeringkan juga, karena umumnya pensteril menyisakan uap pada piranti yang disterilkan. Panasonic Dish Dryer agaknya memikat sekali dan melambai-lambai minta diadopsi.

Bak mandi sudah dapat dari Vennie juga
Karena bayi nggak bisa dicemplungin begitu saja ke bak mandi emak-bapaknya yang berisi air dingin, hahaha. Jadi tentu ini perlengkapan yang wajib ada di rumah.

Gendongan bakal dikasih Yasmin :*
Kain batik samping alias jarik gendong tentu bakal dicoba, hitung-hitung melestarikan budaya Indonesia. Tapi boleh dong pakai kain gendongan modern yang lebih keren dan multifungsi, macam Hanaroo atau Bobita bikinan negeri sendiri, yang konon bisa dipakai sejak bayi masih kecil mungil. Yoga juga pengen coba karena katanya terlihat keren kalau pakai gendongan model wrap (iya, nanti bakal banyak mbak-mbak dan ibu-ibu yang ngeliatin pastinya, soalnya saya juga suka memandang kagum dan terpesona kalau ada bapak-bapak ganteng menggendong anaknya dengan wrap). Nanti kalau sudah agak besar, boleh juga pakai baby carrier seperti Boba Carrier 4G, atau Ergo 360 (yang asli boleh, yang KW pun tak apa *murahan*). Warna apa saja nggak masalah, yang penting ngasihnya ikhlas 😀

Pakaian
Industri pakaian bayi itu kejam! Karena banyak banget yang lucu-lucu, harganya nyaris sama kalau nggak malah lebih mahal daripada pakaian dewasa, dan dipakainya cuma sebentar. Makanya saya cuma beli sedikit baju bayi, dan siap menampung kado dari sanak saudara. Terutama yang ukuran bayi berusia tiga bulan ke atas, buat tabungan stok baju hehehe. Kalau untuk tiga bulan pertama sih sepertinya sudah cukup.

Buku dan mainan edukatif
Bermain bisa sambil belajar, kan. Banyak juga buku dan mainan edukatif yang aman (tanpa BPA, bahan dan pewarnanya aman untuk bayi) sekaligus tahan diuyel-uyel, dikuyo-kuyo, diemut-emut, dibanting-banting, dilempar-lempar, dan di+kata kerja(x2) lainnya. Syukur-syukur, tahan lama dan bisa diwariskan untuk adiknya nanti (kalau ada).

Kosmetik bayi yang aman
“Aman” ini perlu ditekankan ya hahaha. Maksudnya adalah tanpa kandungan berbahaya macam paraben, minyak mineral, sodium lauryl sulfate, pewarna, dan pengawet yang masih ada dalam nyaris semua produk kosmetik bayi yang lazim dijual di supermarket. Benar tidaknya lima bahan itu bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) memang masih diperdebatkan, tapi cukup jelas bahan-bahan itu bisa menyebabkan iritasi bagi kulit sensitif. Mengingat kulit saya sensitif dan mengidap eczema (istilah rada keren untuk eksim), ada kemungkinan anak akan punya kelemahan yang sama, jadi saya tidak mau mengambil risiko.

Sementara ini dulu. Untuk barang lain yang tidak ada dalam daftar, sepertinya belum diperlukan. Kurang lebihnya mohon maaf, kadonya ditunggu dengan senang hati. Kalau ada yang mau transfer mentahannya juga boleh, japri aja hahaha. Terima kasih sudah membaca, semoga tidak gondok dan mangkel, tapi mendapat manfaat 😀

Gambar disalin dari beragam sumber melalui Google. Maaf tidak sempat dicatat saking asyiknya menyimpan gambar produk idaman. Jika Anda merasa memiliki hak cipta atas gambar tersebut dan ingin gambar dihapus, harap kontak saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *