Kisah Mini Fotokopi

Banyak buku menarik bertebaran di perpustakaan kampus, tapi di sini nggak ada kios fotokopi yang dengan jago nan murah-meriah bisa menyalin buku secara utuh tanpa peduli dengan hak cipta dan embel-embelnya*. Lebih tepatnya, saya belum pernah nemu (selain memang nggak nyari, hihihi).

Kampus saya tidak rewel soal hak cipta tetapi mendorong tiap orang untuk tidak memfotokopi. Kampus mengampanyekan pemindaian (scan) buku atau bahan cetak yang disediakan perpustakaan, karena lebih ramah lingkungan dan tak membuang kertas. Caranya, layanan pemindaian yang langsung dikirim ke alamat e-mail itu digratiskan tapi fotokopi harus bayar: 7 sen untuk fotokopi satu sisi, dan 10 sen untuk selembar bolak-balik.

Apapun jalan yang dipilih, baik fotokopi atau pindai, semuanya harus dilakukan sendiri. Ada dua mesin di nyaris tiap lantai kampus (total ada enam lantai, termasuk lantai dasar dan lantai bawah tanah) yang bisa dipakai.

Kalau yang mau dikopi atau dipindai lembaran cetakan komputer sih gampang, tinggal buka staplesnya lalu dimasukkan ke corong umpan di bagian atas mesin. Tapi kalau menyalin buku, apalagi yang tebalnya 336 halaman seperti buku ini, ya harus manual buka buku halaman demi halaman dan juga bolak-balik membuka-menutup penutup mesin itu.

Saya perlu setengah jam untuk menuntaskan memindai buku tadi, yang saya pinjam dari perpustakaan kampus seberang dan harus dikembalikan hari ini. Makin lama, kecepatan membalik halaman dan membuka penutup mesin makin berkurang. Tadinya sih cuma mau memindai satu bab, tapi kok bagian berikutnya bagus juga, begitu pula bab selanjutnya, indeks sama daftar isinya juga perlu… dan akhirnya nyaris semua halaman saya pindai. Seusai proses membosankan itu, saya jadi makin kangen fotokopian ala negeri sendiri, sekaligus menghargai kerja keras para pegawainya.

Nah, bahan bacaan sudah dipindai, sekarang giliran kapan benar-benar dibacanya… 😀

————————–

* kalimat majemuk ini panjang betul ya?

NB. Gambar disalin dari http://3.bp.blogspot.com/_VDrpGztrV54/TJtAxnFPU3I/AAAAAAAAG08/p7ti-RpNVug/s1600/Copy+Machine+Photos+002.jpg

Komentar via Facebook | Facebook comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *