Olahraga

Saya jarang sekali berolahraga. Jalan kaki sekian ratus meter di tempat liputan tentu tak bisa dimasukkan hitungan. Padahal, pos liputan saya sekarang memungkinkan saya makan enak nyaris tiap hari. Setidaknya tambahan lemak dua kilogram menghampiri saya sejak ditempatkan di Bursa awal tahun ini.

Jadi saya tekadkan: saya harus berolahraga!

Saya nggak doyan ke gym (dan mahal). Mau olahraga tim seperti basket, susah ngatur jadwal sama teman-teman.

Ujungnya, dengan bantuan penyandang dana tercinta (siapa lagi kalau bukan orang tua), saya membeli sepeda. Niatan sih ingin rajin bersepeda ke Senayan, lalu berenang di sana.

Setelah dicuekin hampir sebulan setelah dibeli, sepeda putih itu (jadi pengen ngasih nama, deh) akhirnya saya pakai kemarin pagi. Agak deg-degan sebetulnya, karena saya terakhir kali bersepeda jaman SMA. Itu juga terpaksa karena mau kemah pramuka, dan diharuskan pakai sepeda dari sekolah ke perkemahan. Dalam perjalanan, saya jatuh belasan kali hahaha.. Ya, saya memang punya masalah dengan keseimbangan.

Belum lagi, lalu lintas Jakarta selalu membuat saya ngeri. Tapi saya kuatkan hati, yakinkan diri (hihihi lebay), mengencangkan tali helm, lalu meluncur..

Ah, ternyata saya tidak jatuh sama sekali! Hanya satu masalah: mengayuh sepeda dari Santa ke Senayan membuat lutut saya serasa mau copot hahaha.. Di kolam renang, saya cuma berenang sepuluh balikan. Menyiapkan stamina untuk menggenjot sepeda kembali ke Santa.

Sampai di rumah, guyub dengan keringat, saya langsung merebahkan diri di sofa. Capeeek!

Tapi harus dibikin rutin nih biar badan sehat 🙂

Oh ya saya juga harus membeli masker penahan debu. Kemarin lumayan mabuk karbondioksida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *