Page 40 of 43

Lagi-lagi lelah

Sumpah, aku lelah! Dampak?dari kombinasi yang buruk sekali antara rasa kangen yang memuncak, laporan yang belum selesai — tapi tiba-tiba dapat penugasan lain malam itu juga, dan kekecewaan…

Mengenang Kenangan

Manusia itu suka sekali memberi arti pada hal-hal yang sesungguhnya remeh. Melekatkannya pada kenangan, pada kejadian. Meninggalkan jejak dan merekamnya sekuat ingatan. Dan aku bukan perkecualian. Iseng-iseng saja,…

Capeeeek!

Hari ini sebetulnya tidak terlalu sibuk. Pagi menelepon perusahaan Talang Betutu, lalu berkopaja+bemo seperti biasa ke kantor. Melakukan rutinitas cek email-facebook-multiply. Jam 11 siang, malas-malasan bareng Rina berangkat…

Cerita Lensa

Sedikit cerita tentang mata dan lensa. Aku pakai kacamata sejak kelas tiga SD. Abnormalnya mataku ketahuan waktu nonton film di bioskop bersama orang tua tercinta. Gambar film itu…

Jogja Yang Beda

Akhir pekan lalu aku kembali ke Jogja. Hmmm. Beda sekarang Jogja rasanya. Datang demi menyenangkan orang tua. Dan hari Senin langsung kembali ke Jakarta. Jogja sudah berubah… Aku…

Tentang Merdeka

Bangsa ini mengaku merdeka sejak 63 tahun lalu. Semoga bisa cepat merdeka dari kanker bernama korupsi. Juga dari penyakit kronis cepat lupa.

Transkrip vs. Multiply

Bahaya betul kalau membuka Multiply “sembari” mengerjakan transkrip. Yang ada malah berbalas komen, hahaha. Ampun deh, Sahala, kau meracuniku (hihi bolehnya nyalahin orang lain). Walhasil, mata sudah pedas,…

Terlalu kah?

Selama ini aku cenderung memperlakukan kisah hidupku seperti buku yang terbuka: asal kau tahu apa yang kau cari, aku akan bukakan halaman yang tepat. Begitu mudah. Aku ceritakan…

Bipolar Tendencies

Akhir-akhir ini, perasaanku hampir selalu berada pada titik “sangat”. Sangat suka, sangat benci, sangat cinta, sangat rindu, sangat senang, sangat sedih, sangat bete, sangat semangat, sangat lesu, sangat…

Bulan Penuh

kamu purnamaku: bersinar lembut, tapi dengan daya magismu menarikku begitu kuat, untuk mendekat cepat, mendekap erat, memaksaku terus (membayangkan) menatapmu lekat-lekat.

Perubahan

Teman tercintaku baru saja mengejekku: “Kemaren ada yang bilang ‘calon suami’, sekarang bilang ‘pernikahan nggak perlu’?” Dia berlalu sambil tersenyum nakal. Hahaha. Yah, aku memang sedang menjilat ludah…

Kenapa? Kenapa Tidak?

Di sini, aku berkata, sedang apatis dengan kata pernikahan. Dan Andra kontan bertanya: kenapa pernikahan tidak diperlukan? Hmm. Begini, sekarang aku tidak tahu benar, apakah pernikahan itu memang…