Rumah Sementara

Ini apartemen pertama yang saya lihat saat berburu tempat tinggal di pekan pertama di Budapest. Waktu itu, barulah saya paham rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Haha. Padahal apartemen masih kosong, belum diisi perabot karena pemiliknya baru kelar belanja di Ikea hari itu juga. Setelah perabot datang, makin nyaman rasanya tinggal di sana.

Apartemennya tua tapi baru direnovasi, bersih, luas, dan senyap karena menghadap halaman, bukan jalan. Langit-langitnya tinggi, seperti bangunan tua lainnya di Budapest. Sebagian besar lantainya parket alias ubin kayu, favorit ibu. Dapurnya mungil tapi komplit, ruang tengahnya lega. Letaknya cuma sekilometer dari kampus, bisa ditempuh dengan sekitar 17 menit jalan kaki atau 8 menit dengan trem nomor 2. Halte trem nomor 2 nyaris persis di depan gedung, sedangkan trem 4 dan 6 tak sampai 200 meter jaraknya.

Sarang :)

Singkat cerita, sejauh ini saya cinta apartemen ini! Apalagi kemarin nona rumah yang empunya apartemen mengantarkan sofa baru untuk mengisi ruang tengah. Warnanya merah cerah, nggak begitu empuk tapi cukup nyaman, dan terutama, merupakan sofa bed yang bisa diubah dengan cepat jadi tempat tidur.

Tiba-tiba saya jadi mellow, berasa sudah kangen Budapest padahal masih lama hingga saatnya pergi nanti. Habisnya, di Jakarta mana bisa saya dapat tempat tinggal senyaman ini…

6 Comments

  1. Banyak keberuntungan yang Bunga dapatkan….semakin nyaman apartemennya maka semakin semangat merampungkan studinya…atau malah makin nikmat leyeh2 di sofa merah itu…trus nundutan? ahhh…tidaaaak 🙂

  2. eh ….komen diatas itu….ib yang nulis…..tapi salah beca uy….heu heu…mangapp, kata Ay teh :”Makanya lihat2 dulu….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *