Bahaya Belanja

Saya tidak menganggap diri tukang belanja. Alasan pertama, kantong cekak membuat saya tak bisa sering-sering ataupun banyak-banyak berbelanja. Kedua, akhir-akhir ini hidup saya ditelan waktu, jadi kalau libur pun rasanya pengen nempel terus di kasur, bukannya jalan-jalan.

Tapi ada saat-saat tertentu saat saya tidak bisa menahan diri untuk berbelanja. Misalnya ketika saya dihadapkan pada diskon besar di toko buku. Pernah juga, saat saya sedang kesepian dan bosan, saya bertekad: harus belanja! (ini peristiwa yang langka, tapi pernah terjadi hahaha)

Hari gajian bulan lalu, contohnya, saya akhiri dengan kalap di Gramedia Citraland bersama Andra. Karena baru direnovasi, toko buku terbesar-terkaya-terbanyak di Indonesia itu memberikan diskon 30 persen. Kesempatan yang baik untuk melepaskan dahaga saya melengkapi koleksi komik 🙂

Dan hari ini saya kembali menggila di Gramedia, ahaha. Kali ini di Gramedia Fatmawati, yang sejak kemarin hingga tanggal 9 nanti memberi rabat 30 persen. Tadinya cuma mau beli komik (lagi). Tapi tergoda novel. Lalu tak kuat menahan keinginan membeli tas baru (pembenarannya: tas punggung saya yang lama sudah jebol, dan tak layak untuk membawa laptop). Biar kata diskon 30 persen juga…. duuuh… terkuras sudah gaji saya.

Padahal tanggal 27 baru datang 3 minggu lagi. Padahal masih harus bayar kos. Padahal masih perlu duit buat beli makan. Padahal belum ngajuin klaim transport, jadi turunnya masih lama banget. Padahal… duh padahal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *