Brunch

Dua kotak kecil sereal jagung. Sekarton mungil susu sapi. Sebungkus manisan mangga. Beberapa irisan apel. Sebungkus wafer coklat. Dua gelas air putih.

Ditemani televisi yang padam, lampu neon benderang, dan kipas angin nan sibuk berputar di belakangku. Di hadapanku, ada majalah setebal 170 halaman yang belum usai juga kubaca pekan ini.

Lalu sebongkah sepi dan sebuncah galau, masih bertahan menyumbat jalan nafasku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *