Cerita Jorok

Masih pagi, masih santai-santai di kos, tapi saya ingin berbagi “cerita jorok”. Pakai tanda kutip, karena ini posting seputar kerjaan, hahaha, bahasan “jorok” di kala luang nih. (Ada kesempatan istirahat, tapi kok ya masih ngomongin kerjaan juga..)

Lembaga tempat saya bekerja ini punya beberapa unit kerja yang tempatnya terpisah. Percetakan, pemasaran, sirkulasi-distribusi, iklan-promosi, dan kantor direksi ada di Palmerah. Proklamasi adalah markas majalah. Velbak dijadikan simpul utama Tempo News Room (TNR), tempointeraktif, Koran Tempo, dan U Magz.

Kroco calon reporter (carep) seperti saya dipekerjakan di TNR. Mulai carep merdeka, angkatan di atas saya, carep dibagi dua, sebagian ditempatkan di majalah, sebagian lainnya di TNR. Setelah enam (harusnya, tapi molor jadi tujuh) bulan, kami dirotasi.

Ketika saya masuk Tempo, kebetulan saya dijatah “bersekolah” di majalah. Saat itu, carep merdeka baru saja bertukar tempat. Lucunya, setiap mereka berbagi cerita, mereka pasti menyatakan diri lebih betah di tempat yang lama. Yang lebih dulu di Velbak, lebih suka ritme kerja di sana. Sedangkan yang mengawali karir di majalah, juga lebih menikmati suasana kerja di Proklamasi.

Saya baru saja dirotasi ke Velbak dua hari lalu. Dan saya harus mengakui, kami tak beda dengan rekan-rekan carep merdeka, yang lebih betah di tempat pertama.

Kru majalah lebih sedikit, jadi lebih mudah dikenal-dihafalkan, suasananya lebih intim dan hangat. Di majalah kami bisa memanjakan diri, karena liputan ke mana-mana bisa pakai taksi, hihihi. Belum lagi masalah makanan yang nikmat dan terjamin.

Kalau orang bilang “first love is the deepest”, mungkin kejadian serupa saya alami untuk masalah tempat bekerja. Saya telanjur menyukai dan merasa nyaman di Proklamasi. Padahal kalau karir saya lancar (dan kalau saya bertahan di lembaga ini), perlu waktu 3-4 tahun sampai saya bisa bekerja di majalah lagi.

Sekarang saatnya keluar dari zona nyaman. Saya harus beradaptasi dengan ritme yang lebih cepat di TNR, berkenalan dengan orang-orang baru di kantor dan lapangan. Sejauh ini sih tidak ada masalah. Tapi sepertinya saya akan masih sering bertandang ke kantor majalah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *