Dua Tujuh

Menghabiskan pagi dengan bermalas-malasan. Sempat terbersit untuk bekerja di hari libur. Uh-oh, gejala gawat. Untungnya rencana itu kuhentikan di tengah jalan.

Menyeret kaki melangkah keluar hunian saat matari tepat di atas kepala. Menyetop taksi untuk pergi ke pusat belanja. Berkelana sendiri saja.

Menonton film horor di tengah tikus-tikus yang lalu lalang. Mengalihkan takut dengan mencari plot film itu di wikipedia, lalu menceburkan diri dalam dunia plurk dan buku muka.

Makan di kedai kopi, mengacungkan kupon diskon ke pelayan. Lumayan. Lalu memasuki beberapa toko dan tak bisa menahan diri. Keluar menenteng tas berisi tiga buku cerita bergambar, tiga pakaian dalam, dan satu gaun cantik yang entah kapan bisa kupakai.

Turun ke pasar swalayan, membeli buah, coklat, susu, dan mi instan. Tersenyum senang saat menemukan tanggal kadaluarsa mi instan itu sama dengan tanggal ulang tahunku.

Istirahat sebentar sambil melahap es teler. Menyetop taksi lagi untuk kembali. Mengumpat kemacetan yang membuatku harus membayar 35 ribu untuk perjalanan jarak pendek dari Blok M Plaza ke Santa.

Duh, tanggal dua tujuh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *