Ekskul

Ini cerita Senin lalu. Tentang kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan.

Kegiatan intrakurikuler hari itu serupa dengan hari Senin lainnya: rapat ekbis disambung rapat perencanaan (yang mana daripada di dalamnya aku hanya pura-pura memperhatikan padahal benakku berkelana, sambil sesekali membaca majalah dan koran edisi hari itu) plus makan siang di ruang rapat satu.

Lalu sore itu, di lantai tiga, timbul wacana untuk berkaroke bersama. (Sebenarnya cuma pengembangan ide tanggal 17?lalu sih.)

Setelah ini-itu itu-ini berangkatlah kami selepas Maghrib. Rombongan dengan kombinasi yang agak unik sebetulnya. Empat carep,?satu anak magang,?satu M1,?satu SR (ataukah M2? aku lupa),?dan empat redpel. Sang RE, pemodal utama, masih?sibuk rapat?dan menyatakan diri akan menyusul belakangan. Meluncurlah Panther merah ND plus Panther putih milik kantor dari Proklamasi.

Di tengah perjalanan, redpel berinisial AZ mengaku lapar dan mengajak rombongan mampir ke Bakmi GM. Uhuhu… tentu saja tak ada yang menolak (karena yang mengajak berarti yang membayar, betul?? *mental-kere.com*).

Kenyang melahap olahan terigu nan panjang, berjalanlah kami ke tujuan utama: Inulvista Sarinah. Disambut dengan teriakan “Selamat Dataaaaang”, ND meminta satu ruangan yang bisa memuat 15 orang, sekali lagi mengatasnamakan FJ tentunya hahaha.

Ya, maka dimulailah tiga jam yang menyenangkan. Mengamati perbedaan generasi yang tampak jelas dari pilihan lagu. Melihat AT dengan bersemangat berjoget selama paling tidak dua jam. MC kadang menemani AT berdansa. AZ asyik memotret. BR sibuk menyumbangkan lagu (ya, bikin sumbang lagu XD). MTQ seperti tak mau lepas?dari?sofa?- cuma sesekali ia bergoyang (capek ya mas? hehe).?

WMU datang dan langsung bergoyang… Mengajak Dedet ngibing. Generasi “tua” pecicilan di depan layar TV, yang muda berkali-kali naik ke sofa?sambil melompat-lompat. Sampai suara serak. Sampai stok beberapa botol air putih plus gelas-gelas es teh lemon habis ditenggak.

Lucu, seru. Ekskul kayak gini ampuh juga mengusir penat dan bosan. Kalau kerja di tempat lain, bisa nggak ya hura-hura huru-hara dengan para petinggi, seperti Senin malam itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *