Hari Selasa

Selasa tiba-tiba datang, menyerbuku dengan kenangan segudang. Ingat pertemuan di kedai kopi itu, sayang?

Aku menunggumu, ditemani secangkir kopi susu dan jantung yang mendegup, menderu. Lalu kamu muncul dari balik pintu, menghampiriku, membasuh kangen penuh haru. Kau bawa aku ke tempat-tempat baru, kemudian seperti istilahmu: kau ajak aku terbang ke pojok-pojok surgamu.

Selasa telah tiba lagi, tapi kali ini kamu tak ada. Aku terpuruk dalam rindu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *