Juragan Kartu

Empat bulan di Belanda, tujuh kartu baru menyesaki dompet saya sekarang. Yang satu, Museumkaart, lagi dipinjam, jadi nggak bisa ikutan nongol di foto sebelah kiri, hihihi…

Kartu pertama yang saya terima adalah kartu servis ISS. Ini kartu dari kampus yang sehari-hari paling rutin dipakai. Fungsi utamanya untuk urusan pinjam buku di perpustakaan, mencetak (print) dokumen, plus buat beli makanan dan minuman di kantin atau mesin. Belakangan sih jarang dipakai untuk beli makanan di kantin, tapi lebih sering digunakan untuk beli kopi di mesin, murah-meriah 20 sen (sekitar Rp 2.500) saja kalau bawa gelas sendiri. Rasanya tentu beda dengan kopi di kafe yang bisa 2-3 euro — untungnya saya nggak begitu rewel soal kopi — tapi lumayan lah bisa jadi obat kantuk di kampus.

Kartu kedua yang saya dapatkan adalah Museumkaart, kartu “sakti” untuk masuk 400 museum di Belanda. Harganya 39,95 euro setahun (atau 19,95 euro untuk yang usianya di bawah 18 tahun), sekilas terasa mahal, tapi investasi berharga karena impas hanya dengan 4-5 kali kunjungan ke museum, yang rata-rata pasang bandrol 8-10 euro sekali masuk tanpa kartu itu. Saya beli Museumkaart di Panorama Mesdaag, salah satu dari sedikit panorama/cyclorama bikinan abad ke-19 yang masih terawat di Eropa, yang letaknya sekoprolan dari kampus.

Berikutnya adalah kartu berwarna hijau dari Bank ABN AMRO. Lumayan diforsir juga, buat belanja terutama, baik di toko maupun via internet (untuk beli tiket dan kartu-kartu berikutnya yang bakal saya sebutkan..). Di sini, kalau belanja di supermarket walaupun cuma satu-dua euro, kebanyakan orang pakai kartu banknya untuk bayar. Kartu ini jarang saya gesek di ATM karena justru memakai uang tunai rasanya kurang praktis.

Setelah kartu bank sampai di kotak pos, dan token internet banking nongol di kotak pos itu beberapa pekan setelahnya, saya menggunakannya untuk beli dua kartu baru: De Haagse Studenten Pas dan NS Dal Vordeel Abonnement. Yang pertama itu kartu pelajar Den Haag, dan yang kedua kartu diskon kereta.

Kartu pelajar Den Haag menawarkan banyak diskon untuk teater, bioskop, restoran, dan toko… tapi sejauh ini baru saya pakai untuk berenang saja, lumayan banget, sekali berenang harga aslinya 3,1 euro tapi dikorting jadi 1,75 euro. Iuran setahun 15 euro. Gambar di kartunya lucu banget, versi imut (atau unyu?) dari burung hantu, binatang maskotnya Den Haag.

Kartu diskon kereta yang saya beli memberi potongan 40 persen kalau bepergian saat jam non-sibuk, artinya di luar jam 6.30-9.00 dan 16.00-18.30 pas hari kerja. Diskon juga berlaku untuk akhir pekan, dan bisa dipakai untuk beli maksimal tiga tiket tambahan. Harga kartu ini 45 euro setahun. Saldo kartu tentu harus diisi (lewat internet, mesin di stasiun, atau mesin di supermarket Albert Heijn) supaya kartu bisa dipakai. Sekadar info, NS, perusahaan kereta Belanda, punya enam macam kartu diskon yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Kartu NS juga bisa dipakai untuk transportasi non-kereta seperti bis, trem, dan metro, sayangnya nggak ada diskon untuk pemakaian itu.

Lalu kartu ketujuh yang baru saja saya beli kemarin adalah kartu Pathe, 19 euro saja untuk nonton film (mainstream) sepuasnya selama sebulan! Lagi-lagi investasi berharga, hehe. Soalnya, sekali nonton harganya 9 euro (atau 7 euro pakai diskon dari De Haagse Studenten Pas). Jadi kalau tiga kali nonton pakai kartu Pathe, sudah balik modal.

Ohya, hampir kelupaan, ada juga kartu ijin tinggal alias residence permit. Memang nggak bisa dipakai belanja ataupun diskon (makanya nyaris lupa, hahaha), tapi wajib ain dibawa ke mana-mana karena inilah tanda pengenal saya sebagai imigran di negeri kincir angin ini.

Berhubung tujuh kartu kumpeni itu kini “menjajah” dompet saya, maka kartu-kartu dari Indonesia harus mengalah dan tersisih, tereliminasi dan pindah ke laci. Cuma kartu pers saja “penduduk lama” yang saya pertahankan.

Ada berapa kartu di dompetmu?

Komentar via Facebook | Facebook comments

3 Comments

  1. lengkap sekali, saya hanya punya 3 dari keseluruhan…kayaknya tahun depan bakal nambah 1….biar naik kereta murahh

  2. ..Bunga jangan lupa bonus kaart dari Albert Heijn, BijenkorfCard, Douglas Pearfum Card, Ici Paris Parfum Card, banyak discount nya…

    1. Oya, kartu bonus AH saya juga punya, tapi nempel di gantungan kunci, nggak di dompet 😀
      Kalau kartu diskon Bijenkorf, Douglas, dan ICI Paris nggak punya.. nggak sanggup belanjanya di sana, hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *