Menunggu

Saya cukup yakin bahwa sebagian besar populasi manusia di dunia ini benci hal yang disebut “menunggu”. Apalagi biasanya waktu seolah-olah melambat saat kita menunggu. (Perkecualian ada jika “menunggu”-nya ditemani oleh orang tercinta dan/atau gebetan..)

Aku sedang menunggu kabar dari seseorang. Makhluk yang paling aku rindu sekarang. Sejak siang tadi, dia belum menghubungiku lagi. Aku tahu ia sibuk, juga sakit dan lelah, tapi tetap saja terselip harapan bahwa ia akan mengirimkan kabar. Entah telepon, atau sekadar pesan pendek. Tapi sepertinya aku berharap terlalu banyak.

Dipikir-pikir, mungkin aku terkena karma. Dulu aku paling kesal saat (mantan) pacarku menuntutku untuk selalu mengabarinya dan membalas semua SMS-nya. Sekarang aku ada di posisi dia: nelangsa menunggu kabar dari orang tercinta (tapi toh kini aku tidak berhak menuntut apa-apa).

C’est la vie, mon cherie.. Dengan kejam ia bisa menghajar sekaligus mengajari kita melihat dari kacamata-kacamata yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *