Pasrah

Saya mencoba untuk pasrah. Tapi kebahagiaan datang meski tak diundang. Sedikit, sekilas, sekelebat, sekejap mata, dari orang-orang dan tempat-tempat yang tak terduga. Kombinasi yang bagus antara karaoke plus nonton gratisan, traktiran tengah malam, kunjungan di siang hari, dan privilege santai-santai di liburan yang menyenangkan.

Rasa sepi, putus asa, dan murung kini sedang absen. Dan saya bersyukur.

Terima kasih, Tuhan sayang.. Semoga anugerah ini permanen hahaha.. Maafkan saya kalau kemaruk. Tapi bukankah itu manusiawi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *