Perlawanan Kecil di Istana

Saya percaya manusia cenderung berkumpul dengan orang-orang yang seide, sepikiran, setipe. Maka karena saya sungguh nggak suka sama siBeYe, jadinya saya juga ngumpul dengan sesama 😀

Saya belum pernah benar-benar menghitung, berapa banyak jurnalis peliput Istana yang tergolong tak suka pada RI-1. Tapi dari penerawangan saya sih (berasa Mama Loreng, deh), tampaknya cukup banyak wartawan dan wartawati yang ngepos di Istana tapi muak sama si Bos — entah karena kesukaannya yang berlebihan pada pencitraan, atau ketidaktegasannya dalam memberantas korupsi, atau “ya pokoknya nggak suka, gitu aja.”

Saat tahun lalu saya pertama kali terjerembab dalam rawa Istana *lebay mode on, sodara-sodara* saya menangkap ada hal lucu yang dilakukan para pembenci wartawan yang nggak nge-fans sama siBeYe.

Di tiap acara yang dihadiri RI-1, hadirin selalu diminta berdiri dari tempat duduknya. Nah, kelompok jurnalis yang satu itu, tak pernah mau beranjak dari kursinya. Mereka baru berdiri saat Indonesia Raya dikumandangkan.

“Dia bukan Presiden gue. Tapi Indonesia Raya, lagu kebangsaan gue,” ucap seorang wartawati kala itu dengan mimik superserius 😐

Bentuk perlawanan kecil lainnya adalah hobi menertawakan siBeYe, terutama tiap kali dia menyelipkan frasa bahasa Inggris dalam pidatonya. Lazimnya, warga Indonesia memakai bahasa Inggris saat dia sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Sesaat setelah istilah Inggris itu terucap, mungkin ia teringat versi Indonesianya, lantas mengatakannya pula. Contohnya, “Jadi what I mean is, mmm, jadi maksud saya..”

Si Tambun malah kebalikannya. Dia mengucapkan dulu istilah bahasa Indonesianya, barulah versi Inggrisnya ia lontarkan. “Kita tetapkan sejumlah kebijakan, policies, dan tindakan nyata, actions,” katanya suatu waktu. Yang tertangkap adalah, dia ingin menunjukkan kebisaannya berbahasa Inggris.

Wujud yang berlebihan ditampilkannya saat berbicara di Bursa Efek Indonesia, awal Januari lalu. Tak kurang dari 54 kali ia mengulangi kebiasaan buruk itu. Jurnalis yang meliput kontan terbahak, sampai kena semprot personil Paspampres yang lebay 😀

Belakangan, setelah kuli pers ramai-ramai membuat berita tentang sok nginggrisnya RI-1, dia lebih berhati-hati berbicara dan jarang lupa bahasa Indonesia lagi. Kami jadi kekurangan hiburan…

Komentar via Facebook | Facebook comments

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *