Memproklamasikan Proklamasi

Sedikit update kabar terbaru :
Aku ditempatkan di majalah Tempo.
Dari 14 calon reporter (carep), 10 kebagian di koran, dan 4 di majalah.
Di majalah, yang kantornya di Jalan Proklamasi, aku bareng Yugha, Vennie, dan Rina.

Ehm. Seneng dan tersanjung sih, bisa ngalamin 6 bulan pertama di majalah.
Soalnya, seperti juga fakta bahwa majalah itu “kelas”nya di atas koran, aku pikir ya, biar sedikit, rasanya lebih bergengsi deh dapet kesempatan belajar di majalah duluan.

Kata Mbak Dwi, pegawai SDM yang ngurusin training kami, ada tim kecil yang memutuskan siapa aja yang kebagian di majalah, dan siapa yang ke koran. Dasarnya? Hehe kayaknya sih (beware : ini sotoy) tulisan-tulisan hasil penugasan liputan sewaktu pelatihan sepuluh hari kemarin itu.

Setelah Mardiyah Chamim, beberapa hari lalu ketika rapat redaksi majalah, seorang redaktur di sampingku tiba-tiba bilang, “Tulisan kamu tentang Pasar Cikini bagus.” Dan kepalaku langsung membesar tak terkendali, rasanya. Hahaha. Ya, aku senang dipuji, sekaligus khawatir : bisakah aku memberikan yang lebih baik dari itu? Bisakah aku memenuhi harapan-harapan yang ditimpakan padaku? Bisakah aku memberikan lebih dari yang diharapkan?

Aku yakin aku bisa =)
Tapi, tolong doakan aku ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *