Selamat Natal & Merry Christmas

Selamat Natal!

Di Indonesia, dan mungkin di negara lainnya di mana muslim adalah mayoritas, selalu ada perdebatan menjelang Natal: bolehkah muslim mengucap selamat bagi kerabat Kristiani yang merayakannya?

Saya selalu mengucapkan Selamat Natal untuk kawan dan keluarga yang merayakan hari lahir Yesus, yang dalam Islam dikenal sebagai Nabi Isa alayhissalam. (Alayhissalam, sering disingkat as, berarti “semoga damai beserta dia”, adalah doa atau pujian yang dilekatkan pada Nabi, Rasul, dan malaikat.)

Di timeline twitter, saya membaca kicauan seorang kawan, Mbak Mala (@adekumala), yang sungguh saya setujui: “Sholawat dan salam tercurahkan untuk Nabi Yesus alaihi salam di hari kelahirannya.”

Dia juga menambahkan bahwa Qur’an merayakan kelahiran Isa, dan itu jelas tercantum dalam surat Maryam ayat 33: “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Dalam ayat ini, Isa as yang masih bayi sedang berbicara tentang kelahiran ajaibnya.)

Selamat Natal, kawan.
(gambar disalin dari situs ini.)

Merry Christmas!

In Indonesia, and possibly in other countries where Muslims are the majority, there’s always the debate leading up to Christmas: should Muslims say “Merry Christmas” to their Christian relatives?

I always say Merry Christmas to friends and family who celebrate the birth of Jesus, of whom in Islam is better known as the Prophet Isa alayhissalam. (Alayhissalam, often abbreviated “as”, means “peace be upon him”, is a prayer or praise that is attached to the Prophets, Apostles, and archangels.)

In my twitter timeline, I read a tweet of a friend, Mala (@adekumala), which I can’t help to agree with: “Sholawat and salutations to the Prophet Jesus alaihi salam on the day of his birth.”

She also added that the Koran celebrate the birth of Jesus, and it is clearly stated in the surah Maryam verse 33: “And peace is on me the day I was born and the day I will die and the day I am raised alive.” (In this verse, the baby prophet was talking from his cradle about his miraculous birth.)

Merry Christmas, friends.
(the image is from here.)

2 Comments

  1. Betul, dalam islam, Nabi Isa juga wajib diimani sebagai salah di antara nabi dan rasul yang Allah utus. Hanya sebatas itu. Tidak seperti umat kristiani yang sampai mengkultuskannya sebagai Tuhan.
    Banyak orang sering menggunakan surat Maryam ayat 33 tersebut sebagai dalil bolehnya mengucapkan selamat natal. Padahal di antara mereka yang asal-asalan mencomot ayat tersebut, belum tentu bisa baca al Quran, sering baca al Quran, apalagi paham bagaimana kaidah menafsirkan ayat al Quran.
    Semoga Allah memberi hidayah taufik kepada Mbak.

    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *