Category: Bahasa Indonesia Page 17 of 18

Setelah Pembalut: Pantyliner

Saya sih nggak doyan pakai pantyliner, karena terlalu banyak pemutih konon bisa menyebabkan iritasi pada kulit (dan oh yaaaa pembalut dan pantyliner sama-sama memakai pemutih, lho). Tapi kalau…

Perempuan Pecinta Pembalut Indonesia

Ada banyak cara menunjukkan rasa cinta tanah air, dan dukungan terhadap perekonomian negeri sendiri. Saya bukanlah (atau belum menjadi) bagian dari pejabat pembuat keputusan yang bisa menentukan dan…

Buku Muka Itu, Astaga

Malam ini saya membuka akun buku muka via telepon seluler. Sekilas saya lihat Tempo-1 menulis status tentang meletusnya Gunung Rinjani. Saya tak ambil pusing kemudian memperbarui status saya…

Yang Dicari — versus Yang Didapat

apa yang saya cari?kesempatan buka mata asah pena senam otak naik karir keliling dunia dandan cantik harum parfum uang segudang rekening tanpa batas bebas belanja baju baru sepatu…

Salam dari Purnama

Purnama raksasa muncul di cakrawala pulau Sepa. Cantik, agak intimidatif sebetulnya, tapi luar biasa mempesona. Mataku terbelalak melihatnya. Saya terpekur dan makin kagum pada Tuhan tersayang yang Maha…

Bukan Kebetulan. Cuma Fakta.

Saya tidak percaya pada kebetulan. Saya percaya semuanya terjadi dengan alasan di baliknya, meski mungkin kita tak paham betul apa maksud si Maha Sutradara. Bukan kebetulan, saat seorang…

Dua Tujuh

Menghabiskan pagi dengan bermalas-malasan. Sempat terbersit untuk bekerja di hari libur. Uh-oh, gejala gawat. Untungnya rencana itu kuhentikan di tengah jalan. Menyeret kaki melangkah keluar hunian saat matari…

Keluarga Macam Apa Pula Itu…

Satu malam, satu percakapan dengan teman. Topik pembicaraan: pernikahan. Saya bilang sedang tak percaya pada lembaga itu. Pendamping hidup masih saya inginkan, tapi pernikahan, ah, rasanya tak penting-penting…

Kun Fayakun

Saya tidak bisa mengontrol diri, dan tiba-tiba menyadari telah mengetik kata-kata ini dalam pesan pendek saya semalam. “I was serious when I said that I liked you.” Besoknya…

Luka

Entah berapa purnama sudah berlalu, tapi saya mengingatnya seperti baru terjadi kemarin. Satu percakapan singkat lewat serangkaian pesan pendek. Pertemuan dua menit menjelang ia pergi. Lalu untuk pertama…

Kambuh

Beberapa pekan lalu saya sukses mengurangi frekuensi saya memonitor perkembangan lelaki itu (yah… dunia saya ternyata masih berputar di orbitnya. sialan!) di dunia maya. Dari yang tadinya mengecek…

Jogja, Dua Kali Lagi

Dua akhir pekan lalu, berturut-turut saya kembali ke Jogja. Yang pertama memang sudah direncanakan jauh-jauh hari: saya bilang ke ibu tercinta, saya ingin pulang. Yang kedua sebetulnya dadakan….