Tag Markotag

Korban tag Andra. Baiklah aku ceritakan sepuluh hal mengenai diri sendiri (pembaca dipersilakan meninggalkan posting ini jikalau merasa bosan dan ingin tidur saja, hahaha).

Satu. Aku berpindah rumah paling tidak tiga belas kali, dihitung sampai Madukismo, Bantul, tempat terakhir yang kini kusebut rumah. Ya, orang tuaku memang “kontraktor” alias kontrak sana kontrak sini. Menyenangkan sih bisa ke tempat-tempat yang berbeda, bertemu orang-orang baru. Jakarta, Ithaca, Kendari, Makassar, Jogja… Yang repot ibuku, harus jadi juragan peti kemas.

Dua. Seumur hidup aku belum pernah kos sendiri. Dua puluh empat tahun aku terus tinggal di rumah. Sekarang pun masih numpang di kosan ayah tercinta. Bukannya aku nggak mau. Justru aku ingin sekali mencicipi kebebasan itu. Bulan depan, doakan aku bisa ngekos sendiri yaaa… *masih ngitung-itung tabungan euy*

Tiga. Aku bosan mendengar orang bilang, “Wah, anak tunggal, pasti dimanja ya?” Huh! Ya aku bisa katakan aku sangat tercukupi, secara materi maupun kasih sayang. Tapi kawan, jadi anak tunggal bukan saja berarti semua perhatian terlimpah padamu — semua kekangan juga jadi milikmu sendiri. Oh ya. Sampai saat kuliah, aku susah banget untuk keluar malam. Iri rasanya melihat teman-teman bebas bersenang-senang sampai pagi, ihiks.

Empat. Aku sulit fokus. Bukan maksud hati sok multitasking. Aku cuma susah fokus. Lagi ngerjain satu hal, kepikir hal lain, terus jadi ngerjain hal lain itu. Terus kepikir yang lain lagi dan ngerjain yang lain. Yang ada semuanya nggak beres-beres, hahaha. Misalnya sekarang, harusnya ngerjain laporan Manado, tapi harus nelepon narasumber buat MTQ, tapi yang ada malah posting di Multiply ^^; Masalahnya, urusan susah fokus ini juga terjadi di *uhm* percintaan. Kenapa ya rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau dibanding rumput sendiri? Hihihi.

Lima. Aku sulit sekali mengusir mental deadline-ku. Ngerjain apa-apa pasti susah kalau belum dekat tenggat. Rasanya nggak ada tekanan dan dorongan, hahaha. Untuk apologi, bisa saja sih kubilang aku “creative under pressure”. Tapi sungguh, ini kebiasaan buruk yang ingin kuusir. Habis, tiap menjelang tenggat aku jadi terburu-buru dan stress sendiri terus. Sering sih bikin timeline, tapi kok ya sulit dipatuhi…

Enam. Kata-kata mudah menaklukkanku. Kata-kata manis dan pujian membuatku meleleh. Kata-kata pedas gampang menusuk hatiku dan tak jarang membuat mataku panas atau bahkan menangis… Ya, aku cengeng! Gampang nangis. Tapi kadang justru kujadikan mekanisme bertahan, hehehe : kalau lagi dimarahin, mending nangis aja, biar yang marah-marah nggak tega dan berhenti marahin aku… hihi jelek banget ya. Untungnya akhir-akhir ini sudah jarang nangis. Nangis itu capek.

Tujuh. Aku mudah sekali tertidur – di mana saja, kapan saja. Penyakit sejak SMA. Bosan sedikit, kelopak mataku langsung terasa berat dan tiba-tiba menutup diri. Jaman kuliah makin parah, terutama di kuliah-kuliah umum yang sumpah mati membosankan. Lalu sekarang: biasanya saat menunggu narasumber aku tertidur. Pernah juga waktu diskusi di kantor, hehehe malu ah…

Delapan
. Alas kakiku jarang yang awet. Aku nggak tau deh, apakah memang cara jalanku yang bermasalah apa semua sepatu/sandal yang kubeli kualitasnya buruk semua. Yang jelas, selang berapa bulan dari aku beli dan pakai, pasti ada masalah. Talinya putus lah, robek lah, apalah, harus beli baru lagi lah…

Sembilan. Kerja sambilan di Dagadu banyak mengubah diriku. Dari yang tadinya semi-autis jadi bisa berbasa-basi remeh-temeh dengan orang-orang. Dari yang tadinya peduli amat sama pelayan, jadi berempati karena punya pengalaman melayani macam-macam orang juga. Dari yang tadinya takut nikah, jadi pengen nikah (meski sekarang malah sudah berubah lagi jadi nggak pengen nikah, hahaha).

Sepuluh. Nama belakangku, Manggiasih, berarti “menemukan kasih”. Itu bukan nama keluarga. Dan bukan dari bahasa Jawa, tapi Sunda: manggih + asih. Nama itu katanya doa ya? Jadi itulah doa orang tuaku. Sering terkabul dan membuatku repot sendiri, hihihi.

Sudah ah. Siapa ya yang mau aku tag? Teman-teman di multiply kayaknya udah di-tag semua deh… Hmmm, yang kira-kira baca posting ini aja deh:

Vennie
Yugha
Dynna
Afifa
Vita
Muhtar
Yuyu
Rasyid
Fame
Ika

Tenang saja kawan, tidak ada paksaan ataupun kutukan kok kalau kau tidak meneruskan tag markotag ini 😉

Yak sekian, mari kembali lagi ke pekerjaan, uhuhukz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *